3.02.2008

Persamaan Akuntansi

Oleh Arie Wibowo K

Akuntansi berlangsung dalam kerangka acuan yang disebut persamaan akuntansi. Persamaan akuntansi menyatakan bahwa sumber daya ekonomi dari entitas tertentu adalah sama dengan klaim terhadap sumber daya tersebut. Menurut akuntansi, sumber daya ekonomi disebut aktiva dan klaim kreditor disebut kewajiban. Contoh aktiva adalah kas, perlengkapan, gedung kantor, tanah, bangunan, dan lain-lain. Karakteristik fundamental dari setiap neraca adalah bahwa jumlah aktivanya senantiasa sama dengan jumlah kewajiban ditambah ekuitas pemiliknya.


Persamaan Akuntansi pada prinsipnya merupakan kesamaan antara jumlah aktiva (assets) dengan hak terhadap harta (equity). Hak terhadap aktiva (equity) terbagi menjadi hak dari pihak luar perusahaan yang diwujudkan dengan kewajiban (liability) dan hak dari pemilik yang diwujudkan dalam hak pemilik (owner’s equity). Oleh karena itu persamaan Akuntansi merupakan kesamaan antara jumlah aktiva dengan kewajiban dan hak pemilik. Persamaan akuntansi memberikan landasan bagi pemahaman sistem akuntansi perusahaan. Persamaan akuntansi mencatat transaksi-transaksi bisnis dalam cara yang logis dan teratur yang memperlihatkan pengaruhnya terhadap aktiva, kewajiban, dan ekuitas pemilik.

Secara matematis persamaan akuntansi dapat diformulasikan sebagai berikut:

AKTIVA = KEWAJIBAN + EKUITAS

a.Harta (Aktiva)
Harta (Aktiva) merupakan sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat peristiwa masa lalu dan darimana manfaat ekonomi dimasa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan. Contoh akun yang tergolong dalam kelompok harta adalah kas (cash), piutang usaha (account receivable), piutang wesel (notes receivable), perlengkapan (supplies), beban-beban dibayar dimuka (prepaid expenses), tanah (land), gedung (building), peralatan (equipment), dan mesin (machinery).

b.Kewajiban / Hutang (Liability)
Kewajiban (liability) merupakan hutang perusahaan masa kini yang timbul oleh peristiwa masa lalu dan masa depan. Yang tergabung dalam kelompok utang, antara lain ialah hutang usaha (account payable), hutang wesel (notes payable), hutang gaji (salary payable), hutang bunga (interest payable), hutang sewa (rent payable), hutang pajak (tax payable), hutang obligasi (bonds payable), dan hutang sewa guna usaha (lease obligation).

c.Ekuitas (Owner’s Equity)
Ekuitas (owner’s equity) adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Ekuitas antara lain dipengaruhi oleh:
1.Pendapatan-pendapatan (revenues)
Pendapatan merupakan kenaikan harga perusahaan yang disebabkan oleh adanya transaksi dengan pihak ketiga, misalnya: penjualan (sales), beban sewa (rent revenue), pendapatan deviden (dividend revenue), dan pendapatan komisi(commission revenue). Bertambahnya pendapatan ini secara tidak langsung akan menambah ekuitas pemilik.
2.Beban-beban (expenses)
Beban merupakan penurunan ekuitas yang disebabkan oleh terjadinya aktivitas dalam rangka umntuk memperoleh pendapatan, misalnya, beban gaji (salary expense), beban sewa (rent expense), beban perlengkapan (supplies expense), beban iklan (advertising expense), beban penunjang (utility expense), dan beban penyusutan (depreciation). Bertambahanya beban akan menyebabkan berkurangnya jumlah ekuitas.
3.Investasi (investment)
Investasi merupakan penyerahan harta (cash atau noncash) oleh pemilik kepada perusahaan dalam rangka mengembangkan usahanya. Investasi ini dapat berupa kas ataupun nonkas. Adanya investasi ini akan menyebabkan bertambahnya jumlah ekuitas
4.Pengambilan Untuk keperluan pribadi (drawing/prive/withdrawal)
Prive merupakan pengambilan harta perusahaan baik berupa kas maupun nonkas untuk keperluan pribadi. Adanya prive tersebut akan menyebabkan berkurangnya jumlah owners equity.